Bimbingan Teknis Pengelola Kearsipan Organisasi Perangkat Daerah se Kabupaten Tegal Tahun 2017

Slawi, 4 April 2017 – Hampir setiap hari instansi membuat, menerima dan menggunakan arsip untuk menjalankan tugas dan fungsi organisasinya antara lain untuk pengambilan keputusan, dasar bertindak, penyelesaian masalah, menyusun rencana dan lain-lain. Sebagai rekaman informasi, maka arsip amat penting, bukan hanya sebagai bahan pengambilan keputusan bagi pimpinan tetapi juga sebagai bukti transaksi yang sah, akurat dan terpercaya yang dapat melindungi hak-hak organisasi apabila menghadapi permasalahan dengan pihak lain sekaligus sebagai bukti keberadaan organisasi yang bersangkutan.

Begitu pentingnya arsip kelangsungan hidup organisasi maka wajib bagi setiap instansi untuk melaksanakan pengendalian dan penataan arsip dengan baik dan benar yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi sehingga tidak ketinggalan dan kehilangan kesempatan serta dapat memberikan layanan prima yaitu dapat menemukan kembali arsip secara cepat, tepat dan lengkap pada saat diperlukan.

Bukan hal mudah untuk mewujudkan hal tersebut. Diperlukan sistem pengendalian dan penataan arsip yang sesuai dengan karakteristik organisasi, sarana dan prasarana yang mencukupi, serta kemampuan teknis yang memadai dari para pelaksana atau sumber daya manusia.

Terkait dengan hal tersebut, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tegal menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengelolaan Arsip bagi Organisasi Perangkat Daerah se Kabupaten Tegal di Aula Dinas Kearsipan dan Perpustakaan selama tiga hari dari tanggal 4 – 6 April 2017 yang diikuti sebanyak 35 peserta dan acara ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tegal Drs. WAUDIN, M.Si.

Tujuan bimbingan teknis ini antara lain :

  1. Memberikan pengetahuan yang komprehensif kepada peserta tentang arsip, teknologi informasi, pengendalian arsip, penataan arsip, dan sarana pengendalian.

  2. Memotivasi peserta untuk melaksanakan pengendalian dan penataan arsip dengan baik dan benar disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan jaman di instansi masing-masing.

  3. Peserta dapat melaksanakan pengendalian dan penataan arsip sesuai dengan kondisi dan kemampuan instansi masing-masing.

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *