Selamat Hari Kunjung Perpustakaan 14 September 2017

Selamat Hari Kunjung Perpustakaan! Pernahkan anda mendengar seseorang mengucapkan kalimat ini setiap tanggal 14 September?. Sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat pada 14 September 1995 silam Presiden Soeharto mencanangkan Hari Kunjung Perpustakaan (HKP) sebagai bagian dari Bulan Gemar Membaca yang jatuh setiap bulan September, peringatan ini bertujuan memaksimalkan fungsi Perpustakaan. Sudah 22 tahun berlalu sejak pertama kali dicanangkan HKP akan tetapi kurangnya publikasi membuat HKP tak terdengar gaungnya dan tidak populer tidak terkecuali bagi orang-orang yang bekerja pada bidang ilmu perpustakaan.

Sebagai orang tua yang menginginkan hal yang terbaik bagi anak dan ingin membuat anak cerdas maka kita harus bisa mengubah pola pikir (mindset) tentang membaca yang sudah ditanamkan bertahun-tahun pada kita, antara lain dengan cara:

  1. Semua pihak supaya mengubah mindset masyarakat Indonesia bahwa “membaca agar bisa naik kelas” diganti menjadi “membaca itu menyenangkan dan buku-buku yang ada juga enak dibaca”.

  2. Menggeser mindset masyarakat bahwa “membaca itu tidak menyenangkan” menjadi bahwa “membaca itu menyenangkan”.

  3. Membaca harus mempunyai motivasi, sehingga masyarakat, guru, orang tua, penerbit, perpustakaan harus bahu membahu menciptakan suasana gemar membaca. Penerbit harus menyediakan buku-buku textbook/paket dengan bahasa yang enak dibaca. Sehingga akan timbul kesan bahwa membaca itu menyenangkan,”

  4. Guru-guru harus bisa memancing kegiatan yang membuat murid membaca juga mengajar dengan cara yang menarik.

  5. Orang tua juga sudah harus mendorong anak-anaknya membaca buku dan menyadari bahwa membaca buku itu sesuatu yang kreatif bukan sesuatu yang dianggap membuang buang waktu belaka.

  6. Perpustakaan harus menyediakan program-program menarik yang berkaitan dengan kegiatan membaca (buku yang sesuai minat, mengadakan bedah buku, book review, book talk, dlsb).

  7. Masyarakat juga harus disadarkan bahwa persoalan apapun yang dihadapi akan bisa ditemukan solusinya di buku.

  8. Perpustakaan sebagai penyedia buku, majalah, maupun buku digital seharusnya segera berbenah demi meningkatkan minat baca masyarakat indonesia, Oleh sebab itu, perpustakaan mestinya lebih agresif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat pembaca

  9. Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang menyebar diseluruh Indonesia harus terus beroperasi di daerahnya masing-masing dengan menyediakan buku-buku yang menarik dan up to date.

Bagi guru dan orang tua apa yang bisa di lakukan dihari kunjung perpustakaan, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain:

a. Berkunjung ke perpustakaan

Mari kita ajak siswa/ anak-anak kita untuk berkunjung ke perpustakaan. Kegiatan mengajak anak-anak berkunjung ke perpustakaan merupakan langkah awal mengenalkan anak agar menyukai buku

b. Membaca Bersama

Kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan gerakan membaca kepada anak/ siswa yang dilakukan di perpustakaan, kegiatan membaca bersama ini dilakukan diperpustakaan selama 30 menit – 1 jam

c. Menceritakan kembali

Kegiatan ini bertujuan agar anak/ siswa berlatih memahami isi buku yang mereka baca dan untuk membangun kepercayaan diri siswa agar bisa berbicara  di depan umum

d. Story Telling

Kegiatan ini adalah mendongeng atau membacakan buku cerita oleh orang tua/ guru kepada anak/ siswa dengan tujuan memberikan motivasi secara langsung kepada siswa

Budaya membaca buku sepatutnya ditanamkan sejak dini. Melalui membaca, cakrawala berpikir seseorang akan terbuka dan menyerap banyak ilmu pengetahuan. Minat baca akan mempengaruhi kehidupan individu dan bangsa pada masa mendatang, juga pemahaman ekonomi untuk menentukan masa depan global. Nah, ayah, bunda, bapak dan ibu guru berhubung hari ini adalah Hari Kunjung Perpustakaan, maka mengajak a