Kemensetneg Serahkan Arsip Kepresidenan ke ANRI

Jakarta – Menteri Sekretaris Negara Pratikno serahkan sejumlah arsip kepresidenan kepada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan. Penyerahan arsip kepresidenan tersebut dilaksanakan di Gedung Utama Kantor Kementerian Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (29/1/2018). Penyerahan arsip Kepresidenan tersebut sebagai tindak lanjut penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada tanggal 11 Februari 2016 antara Mensesneg dan Kepala ANRI tentang kerja sama penyelenggaraan kearsipan, yang menghasilkan kegiatan asistensi penataan arsip Kemensetneg dan pembentukan Tim Bersama Arsip Kepresidenan.

Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama, dalam laporannya menyampaikan bahwa Tim Bersama Arsip Kepresidenan telah berhasil menarik arsip Kepresidenan dari Istana Kepresidenan di Daerah berupa arsip foto kegiatan Presiden tahun 1954 s.d. 2014 dan buku tamu kenegaraan tahun 1982 s.d.1992 untuk diserahkan kepada ANRI. Selain arsip foto kegiatan Presiden dan buku tamu kenegaraan, Kemensetneg juga menyerahkan arsip Kepresidenan lainnya sebanyak 3914 berkas atau 481 boks. Arsip-arsip itu terdiri atas arsip Kabinet Republik Indonesia Serikat (RIS) Hatta s.d. Kabinet Ampera Yang Disempurnakan/Dewan Menteri tahun 1949 s.d. 1968; Arsip Gerakan Non Blok tahun 1970 s.d. 1998; Arsip ASEAN tahun 1967 s.d. 1968; dan Arsip Sekretariat Wakil Presiden tahun 1999 s.d. 2004.

“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungannya dan sekaligus juga ini jadi kalau bapak butuh arsipnya, kami semoga arsip ini termanfaatkan secara baik. Kami memiliki kebutuhan yang sama. Kami mengucapkan terima kasih kita terus-menerus bersama-sama untuk menunjukan kepada dunia tentang kepemimpinan kita di masyarakat internasional, terutama di non blok,” ujar Partikno. Lebih lanjut Pratikno menambahkan bahwa  penyerahan arsip statis ke ANRI telah rutin dilaksanakan oleh Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Sementara itu, Kepala ANRI Mustari Irawan berterima kasih kepada Kemensetneg karena rutin menyerahkan arsip penting bernilai guna kesejarahan ke ANRI. Hal ini dapat patut dicontoh oleh lembaga pemerintah lainnya. “Saya kira ini suatu contoh yang baik sekali bagi kementerian dan lembaga negara lainnya untuk bisa menyerahan arsip statisnya ke Arsip Nasional sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan,” tuturnya. Mustari menambahkan bahwa saat ini ANRI sedang menjalankan program penyelamatan arsip kepresidenan  mulai dari Presiden pertama sampai kepada Presiden yang terakhir.

“Nanti saya kira arsip-arsip itu (Arsip Kepresidenan) ada di sekretariat negara yang paling banyak. Oleh karena itu kami sangat berkepentingan sekali dengan arsip yang ada di sekretariat negara ini untuk terus kita bekerja sama untuk menyelamatkan arsip-arsip ini,” terangnya.

Pada kesempatan ini, Kepala ANRI sangat mengapresiasi kegiatan penyerahan Arsip Kepresidenan dan memberikan sertifikat Akreditasi A kepada Kemensetneg yang telah berupaya melaksanakan penyelenggaraan kearsipan dengan sangat baik.

“Ini luar biasa juga karena telah mendapatkan Akreditasi A dari ANRI. Terima kasih atas pendampingannya dan kami berkontribusi terus untuk mendukung kebijakan nasional untuk menata arsip secara baik dan memperlihatkan ke bangsa dalam dan internasional untuk memahami dinamika pemerintahan kita,” jelas Pratikno. (sa)

 

Sumber : http://www.anri.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 All right reserved. | Theme: Business Kid by eVisionThemes