Najwa Shihab Terpilih Kembali jadi Duta Baca 2020 dan Harapan Pejuang Literasi di Indonesia

Secara resmi Perpustakaan Nasional mempublikasikan melalui website resminya bahwa Najwa Shihab dipilih kembali menjadi Duta Baca Indonesia 2020.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional usai keduanya menandatangani kembali kesepakatan kerja sama (memorandum of understanding/MOU) di Ruang Teater Gedung Layanan Perpustakaan pada Kamis, (23/1).

Dengan dilakukanya kesepakatan MOU ini sekaligus menegaskan dan konsistensi Najwa Shihab untuk didaulat menjadi Duta Baca Indonesia yang kelima sejak dirinya dijadikan Duta Baca Indonesia di tahun 2016 yang lalu.

Salah satu alasan Najwa Shihab kembali dijadikan Duta Baca Indonesia 2020 yaitu terkait dengan Keseriusan Najwa Shihab sebagai Duta Baca yang sanggup bahkan bisa dikatakan sangat berpengaruh untuk meningkatkan angka kegemaran membaca masyarakat Indonesia.

Tak hanya itu saja, dengan didaulatnya Najwa Shihab menjadi Duta Baca Indonesia, seorang Najwa Shihab begitu giat dan sungguh-sunbgguh untuk mempromosikan, mendukung, bahkan melakukan aksi nyata melalui program-program acaranya di TV Nasional yang mengangkat isu literasi.

Hal ini tentunya sangat menginspirasi dan memotivasi serta memberikan semangat baru untuk para pejuang literasi di berbagai daerah yang selama ini kurang terexpose.

Bahkan kami atas nama redaksi duniaperpustakaan.com juga merasakan sendiri reaksi dari para pejuang literasi di berbagai daerah, dimana sejak Najwa Shihab gemar melakukan peliputan hingga mengundang khusus para pejuang literasi di acaranya “Mata Najwa”, banyak sekali pejuang literasi yang meminta bantuan buku kepada kami untuk bisa memulai ingin mendirikan sudut baca, TBM di kampung-kampung mereka.

Singkatnya, dengan terpilihnya Najwa Shihab menjadi Duta baca Indonesia 2020 ini, kita sangat berharap supaya Najwa Shihab terus kampanyekan dan perjuangkan gerakan literasi di Indonesia.

Harapan Pejuang Literasi di Indonesia

Salah satu kebutuhan yang teramat sangat dibutuhkan oleh para pejuang literasi di berbagai daerah di Indonesia saat ini yaitu masih begitu sulitnya mendapatkan bantuan BUKU GRATIS untuk para pejuang literasi di daerah, termasuk di perpustakaan desa, perpustakaan sekolah, dan seterusnya.

Kami atas nama redaksi duniaperpustakaan.com juga berharap kepada Perpustakaan Nasional supaya benar-benar responsive atas banyaknya permintaan buku yang sudah masuk ke Perpustakaan Nasional.

Dimana saat kami mempublikasikan tulisan terkait dengan “Cara Mendapatkan Bantuan Buku dari Perpustakaan Nasional”, sudah dibaca hingga puluhan ribu kali dan sudah dishare hingga 18,5 ribu kali (saat tulisan ini dimuat) dan terus bertambah setiap harinya.

Kami juga menerima pesan melalui WhatsApp kami hingga ratusan yang belum semuanya kami balas, yang isinya nyaris rata-rata meminta bantuan buku untuk perpustakaan/TBM mereka.

Bahkan tak sedikit yang menyampaikan kekecewaan mereka yang sudah bertahun-tahun mengajukan buku ke perpustakaan nasional namun sama sekaai tak hanya tidak menerima bantuan buku, bahkan untuk mendapatkan balasan atas proposal yang mereka kirim juga tidak ada balasan yang jelas.

Program pengiriman buku GRATIS melalui Pos Indonesia juga mohon untuk bisa diaktifkan kembali. Hal ini untuk memudahkan para donatur buku yang sudah berkontribusi kirim buku mereka untuk TBM di berbagai daerah negeri ini.

Ingatlah juga bahwa para pegiat literasi di daerah nyaris semuanya tak pernah meminta gaji sebagaimana para PNS, pejabat, hingga menteri.

Mereka hanyalah pejuang literasi yang hanya punya keinginan dan tujuan yang tulus, supaya masyarakat di daerah punya akses buku an literasi, sehingga mereka punya hak yang sama untuk mendapatkan pengetahuan yang luas melalui buku-buku yang mereka baca.

Pihak Perpustakaan Nasional dan semua pihak terkait lainya, mohon untuk jangan mempersulit perjuangan mereka para pejuang literasi, dimulai dari akses buku-buku gratis untuk mereka.

Semga saja melalui momentum dipilihnya kembali najwa Shihab menjadiu Duta Baca Indonesia 2020 ini, Najwa Shihab juga mampu dan bisa mendengarkan keluh kesah para pegiat literasi di daerah sebagaimana yang kami utarakan diatas.

Jika memang Perpustakaan Nasional ada kendala terkait dengan minimnya anggaran buku-buku gratis untuk para pejuang literasi di daerah dan masalah lainya, mohon untuk tetap memberikan balasan dan tanggapan atas setiap proposal yang sudah dikirimkan oleh pejuang litrasi di berbagai daerah kepada pihak Perpustakaan nasional.

Sumber : www.duniaperpustakaan.com

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*