PEMKAB TEGAL SIAPKAN SKENARIO KEGIATAN KEAGAMAAN AMAN COVID 19 DI ERA NEW NORMAL

Slawi – Untuk menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat dalam tatanan Normal Baru yang mendukung fungsionlisasi rumah ibadah pada masa Pandemi Covid 19, pemkab Tegal telah melakukan pengaturan kegiatan dirumah ibadah melalui adaptasi ke perubahan Kegiatan keagamaan menuju produktifitas dan aman Covid 19.

Bupati Tegal Dra Umi Azizah mengatakan, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan spiritualitas umat beragama dalam menghadapi pandemi Covid 19 beserta dampaknya, dan meminimalisir resiko akibat terjadinya kerumunan dalam satu lokasi rumah ibadah.

Menurut Umi Selasa 9/6/2020 pada kegiatan Rakor Bidang Keagamaan di masa pandemi Covid 19 , adaptasi terhadap tatanan normal baru kegiatan keagamaan yang produktif dan aman Covid-19 di lingkungan Pemerintah kabupaten Tegal dilakukan dengan penyesuaian sistem ketentuan aturan kegiatan keagamaan inti dan kegiatan keagamaan sosial dirumah ibadah, berdasarkan situasi riil terhadap pandemi Covid 19, bukan hanya berdasarkan status zona kuning, namun bila dilingkungan rumah ibadah tersebut terdapat kasus penularan Covid 19 , maka rumah ibadah dimaksud tidak dibenarkan untuk menyelenggarakan ibadah berjamaah.

“Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dan dilaksankan oleh warga kabupaten Tegal tentang sistem kegiatan keagmaan dalam tatanan normal baru,” kata Umi.

Pertama, penyesuaian sistem Kegiatan keagamaan dalam tatanan New Normal. Menurut Umi , rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah itu yang berdasarkan fakta di lapangan berada di wilayah yang aman penyebaran Covid 19.

Penyesuaian sistem penyelenggaraan kegiatan rumah ibadah di era New Normal , kata Umi, dilaksanakan secara selektif, rumah ibadah harus ada surat keterangan aman Covid 19 dari ketua Gugus Tugas Kabupaten/kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah, surat keterangan akan dicabut bila dalam perkembanganya timbul kasus positif dilingkungan rumah ibadah tersebut atau ditemukan ketidaktaatan terhadap protokol kesehatan.

Pengurus rumah ibadah mengajukan surat permohonan keterangan bahwa lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid 19 secara berjenjang kepada ketua Gugus Tugas Kecamatan/Kabupaten sesuai tingkat rmah ibadahnya.

Ketentuan Penyelenggaraan kegiatan di rumah ibadah dalam penyesuain baru ini untuk dapat dijalankan seluruh umat beragama dikabupaten Tegal pada masa pandemi Corona Virus Disease 2019 ( Covid 19 ).

Kedua, kata Umi Azizah, penerapan fungsi sosial rumah ibadah meliputi kegiatan pertemuan masyarakat dirumah iabadah missal pernikahan, tetap mengacu SE Kemenag Nomor 15 tahun 2015 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan Keagamaan dirumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman di masa pandemi Covid 19.

Kegiatan pertemuan masyarakat dirumah ibadah harus dipastikan semua peserta yang hadir dipastikan kondisinya sehat dan negative Covid 19. Batasi jumlah peserta yang hadir maksimal 20% dari kapasitas ruang dan tidak boleh lebih dari 30 orang dan pertemuanya harus diaksankan seefesien mungkin. tegas Umi( Diskominfo/Ew )

Sumber : utama.tegalkab.go.id

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*