ERA NEW NORMAL, PEMKAB. TEGAL LAKUKAN KEBIJAKAN BARU TRANSPORTASI PUBLIK.

Slawi- Menindaklanjuti arahan Kementerian Perhubungan dalam menghadapi Normal baru pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Perhubungan melakukan kebijakan baru dalam menghadapi masa adaptasi sistem transportasi publik baru yang memiliki konsep higienis dan humanis.

Demikian disampaikan Drs. Akhmad Uwes Qoroni, MT Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal dalam acara.Talkshow Bincang Kreatif yang bekerja sama dengan Dinas Kominfo dan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Slawi FM.

Talkshow dua kali di gelar dan akan rutin setiap hari Selasa pukul 10.00 – 11.00 WIB dengan tema yang berbeda-beda sesuai isu yang berkembang di masyarakat khususnya terkait dampak covid-19. Disamping disiarkan di Radio Slawi FM juga dapat diikuti secara streaming di kanal youtube//pemkab.tegal dan website:www.slawifm.com. Talkshow dipandu host Slawi FM Mery Honey.

Selain Kepala Dishub hadir juga sebagai narasumber: Ketua Organda Kabupaten Tegal Kusmawanto. Perwakilan Pengusaha dari P.O. Sinar Jaya.

Menurut Kadis Dishub, dalam menghadapi New Normal yang paling di utamakan adalah aspek Kesehatan, namun tetap memperhatikan aspek ekonomi. Oleh karenanya Dishub telah membangun sistem Transporatsi publik baru yang lebih higenis, humanis dan less contact, yang dapat memberikan solusi dan manfaat bagi warga masyarakat.

“Ada dua point penting yang perlu menjadi perhatian para pengguna dan penyelenggara/operator Transportasi dalam sistem transportasi Publik di era normal baru . Kata Uwes.

Pertama; penyesuaian sistem transportasi baru bagi para pengguna dan penyelenggara transportasi publik wajib menaati ketentuan protocol kesehatan, pakai masker, jaga jarak/physical Distancing dan Cuci tangan pakai sabun.

Dikatakan, kebiasaan baru atau New Normal disektor Trasportasi publik dalam penerapan protokol kesehatan akan berimplikasi pada meningkatnya cost operasional transportasi, karena okupansinya// keterisian penumpang tidak boleh 100 persen secara otomatis pendapatan penyelenggara transportasi publik berkurang.

Kedua, kata Uwes, dukungan masyarakat dalam pelaksanaan penyesuaian sistem Transporatsi baru sangat penting dalam disiplin penerapan protokol kesehatan.

Sistem Kebijakan Transportasi Publik untuk komposisi penggunaan moda transpotasi di kabupaten Tegal sebelum dan sesudah adaya pandemi Covid 19, yang mengalami penurunan adalah mobil pribadi, Angkutan umum, Angkutan barang, Namun ada juga yang mengalami kenaikan yaitu penggunaan sepeda motor dan moda lainya ( sepeda, jalan kaki, becak andong ).Penggunaan sepeda naik 6% dari sebelum adanya Covid 19. Kondisi demikian menandakan masyaraakat Kabupaten Tegal semakin sadar akan perilaku hidup sehat. Jelas Uwes

Kemudian Kepala Dishub menambahkan lebih lanjut bahwa Kebijakan yang akan diterapkan dalam masa transisi pengendalian transportasi diantaranya, Pengendalian kapasitas angkut bagi penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang, pengendalian mobilitas penduduk melalui pengutamaan penggunaan sepeda dan pejalan kaki dan perlindungan terhadap penumpang, awak dan sarana transportasi.

Kebijakan sistem transportasi di era New normal di sektor transportasi publik dikabupaten Tegal sudah menuju konsep Higienis dan humanis, namun demikian perlu adanya juknis dari Kementerian Perhubungan. Ujarnya ( Diskominfo/Ew )

Sumber : utama.tegalkab.go.id

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*