Koleksi Antiquariat (Koleksi Langka) Bernilai Histori Tinggi

Slawi – Judul diatas di usung sebagai topik webinar kepustakawanan yang diselenggarakan oleh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian RI dengan pembicara Bpk. Ir. Eka Kusmayadi, M.Hum (Pustakawan Ahli Madya dan Pakar Koleksi Antiquariat) pada hari Senin, 22 Juni 2020. Webinar kepustakawanan ini berlangsung selama 1 jam dimulai dari pukul 09.00 WIB s/d 10.00 WIB dan diikuti oleh 378 peserta yang terdiri dari Pustakawan Kementerian, Pustakawan Universitas, Pustakawan dari Pemerintah Daerah, Pustakawan Sekolah, Pengelola perpustakaan desa, Pustakawan dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan Mahasiswa dari seluruh Indonesia. 2 orang pustakawan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Tegal mengikuti webinar tersebut sebagai sarana berbagi di era new normal, dalam penjelasannya Bpk. Ir. Era Kusmayadi mengatakan koleksi dikatakan termasuk koleksi Antiquariat jika koleksi itu sudah berumur lebih dari 50 tahun ini mengacu pada UU No. 11 Tahun 2010 tentang cagar budaya dan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Beberapa contoh koleksi Antiquariat yang dimiliki oleh Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Kementan RI antara lain Land Bouw, Tejsmania. Tijschrift, Mededelingen, Jaarboek.

Dasar hukum untuk Preservasi dan Konservasi Bahan Perpustakaan koleksi Antiquariat adalah:

  1. UU No.43 Tahun 2017 tentang Perpustakaan
  2. UU No.13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan KCKR
  3. UU No.11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya

Tujuan Jangka Pendek Preservasi dan Konservasi Koleksi Antiquariat adalah :

  1. Mengurangi tingkst kerusakan fisik koleksi,
  2. Memperbaiki kondisi fisik koleksi dari berbagai kerusakan akibat usia terbitnya sudah lama.

Tujuan Jangka Panjang Preservasi dan Konservasi Koleksi Antiquariat adalah :

  1. Memudahkan proses temu kembali informasi koleksi Antiquariat
  2. Mempertahankan atau melestaikan informasi yang dikandung dalam koleksi, sehingga tetap dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas
  3. Keberadaan koleksi dan informasi yang terkandung di dalamnya dapat diketahui oleh masyarakat
  4. Menyediakan koleksi yang dapat menjadi bahan/ materi koleksi yang menarik untuk dipamerkan
  5. Menjadi khasanah budaya bangsa (heritage collections) baik nasioanal maupun internasional

Jenis Kegiatan Preservasi dan Konservasi Koleksi Antiquariat adalah :

Preservasi (Perlindungan)

  • Pemberian Kapur Barus/ bahan kearifan lokal
  • Pemberian Silika Gel
  • Menduplikasi koleksi ke dalam format digital (pdf, ebook, e-pub)
  • Membangun basis data
  • Menekan perkembangan sumber kerusakan
  • Menggabungkan setiap nomor dan volume majalah

Konservasi (Perbaikan)

  • Mengganti jilid/cover yang rusak
  • Melakukan laminasi pada kertas yang sudah berubah warna dan lapuk

Bahan yang di pakai untuk kegiatan preservasi dan konservasi koleksi antiquariat antara lain Silica gel, Kapur barus, Sereh wangi, Akar wangi sedangkan peralatan penjilidan yang digunakan antara lain Paper cutter, Paper preser, Scanner Atiz. Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian RI bersedia menerima hibah koleksi antiquariat dari seluruh Indonesia untuk di lakukan preservasi dan konservasi dan nantinya pihak pemberi hibah akan menerima dokumen yang telah dialih mediakan sedangkan koleksi asli disimpan di Pustaka Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Kementerian Pertanian RI.

Be the first to comment

Leave a comment

Your email address will not be published.


*