Membangun Masyarakat Cinta Perpustakaan

Penulis: Wahyu Kuncoro (Yogyakarta)

Informasi merupakan sumber daya yang strategis sepanjang hidup kita. Sebagai negara yang sedang membangun maka informasi merupakan bagian yang sangat penting dalam pembangunan. Selain itu informasi juga sangat diperlukan dalam bidang pendidikan dan penelitian  untuk pengembangan  ilmu pengetahuan , teknologi , dan juga seni budaya. Perpustakaan merupakan salah satu  lembaga yang mengurusi hal hal yang berkaitan dengan informasi, mulai sejak dari menghimpun , mengolah sampai menyajikan informasi tersebut pada para penggunanya.

Perpustakaan , sudah kita kenal sejak kita bersekolah untuk pertama kalinya. Perpustakaan merupakan pintu gerbang pengetahuan , menyediakan kebutuhan dasar pembelajaran bagi para penggunanya. Selain itu pula perpustakaan ikut andil besar dalam pengembangan kebebasan dan budaya, baik bagi individu ataupun kelompok. Perpustakaan adalah tempat yang sangat mengasyikan untuk mencari segala informasi dan sebagai wahana untuk menambah referensi ilmu pengetahuan yang kita miliki.

Suatu perpustakaan , baik itu  besar ataupun kecil, perlu diatur dengan system agar dapat memberi pelayanan yang baik dan memuaskan kepada para masyarakat pengunjungnya. Setiap warga masyarakat yang ingin menggunakan perpustakaan tentunya mengharapkan pelayanan yang baik dari pihak perpustakaan itu sendiri. Pelayanan yang cepat dan tanggap merupakan salah satu yang diharapkan. Artinya untuk memperoleh layanan orang tidak harus menunggu lama. Juga diharapkan pelayannannya tepat waktu dan benar.

Aktifitas perpustakaan yang teratur dan baik, seharusnya mempunyai beraneka bahan bahan pustaka dari berbagai macam jenis , sumber dan referensi. Tulisan tulisan dan buku buku dari berbagai bidang mulai dari yang paling lama hingga yang terbaru pun diharapkan berada di dalamnya. Juga yang tidak kalah pentingnya perpustakaan harus dikoordinir oleh seorang pustakawan yang aktif. Sehingga para pengguna kita merasa nyaman berada di dalam nya.

Jika berbicara mengenai permasalahan perpustakaan di Indonesia tetulah sangat kompleks. Mulai dari masyarakat sendiri yang belum memahami pentingnya sebuah perpustakaan , pengelolaan perpustakaan yang terkesan setengah hati, hingga sampai pengadaan buku buku di perpustakaan yang menjadi darah daripada perpustakaan itu sendiri. Tergantung pngelolaan nya, harus dimengerti bahwa di perpustakaan harus ada sarana untuk pencarian, kalau dulu mungkin dengan katalog, sekarang mungkin dengan pemanfaatan database yang serba IT. Namun itupun belum merata penyebarannya di berbagai perpustakaan di Indonesia. Dan juga sebenarnya kemasan perpustakaan itu sendiri haruslah diubah. Pelayanan publiknya harus dinaikkan. Sosialisasi ke msyarakatnyapun juga harus dilakukan.

Yang benar benar terlihat sangat menonjol adalah tentang pengadaan buku. Dimana sebuah perpustakaan bisa kalah pamor dengan rental rental buku swasta yang bertebaran di sekelilingnya. Mengapa bisa terjadi demikian?  Dilihat dari pengadaan buku bukunya di rental buku swasta , bukunya lebih ter up to date, dimana muncul buku baru , beberapa hari kemudian di rental itu pun buku baru tersebut sudah ada. Lalu mengenai pelayanannya , bisa di lihat di rental rental buku swasta , pelayanannya lebih ramah, nampak bersahabat dan tidak terlihat konvensional. Itulah mungkin yang menjadikan kurangnya minat masyarakat untuk datang ke perpustakaan.

Kenyamanan dalam sebuah ruang baca di dalam perpustakaan juga turut memberi andil yang besar dalam menumbuhkan masyarakat cinta perpustakaan. Semakin nyaman kita, semakin senang pula kita berada di dalamnya. Dan mungkin yang patut disoroti adalah kebudayaan gemar membaca yang terlihat masih sangat kurang. Padahal dengan membaca , kita bisa melihat perkembangan dunia di sekeliling kita , mendapatkan ilmu lebih , ataupun mendapatkan sebuah pengetahuan yang sebelumnya kita tidak tahu sama sekali.

Sebenarnya , sejak pertengahan 1997 dimana terjadi krisis moneter, perkembangan perpustakaan di Indonesia agak tertahan. Hal ini karena pengembangan perpustakaan belum menjadi prioritas yang utama di dalam program pemerintah ataupun sektor swasta. Bisa dikatakan anggaran untuk perpustakaan adalah sangat minim. Keadaan ini dibenarkan oleh pernyataan pemerintah melalui Mendikbud , Wardiman Djojonegoro ( 1997 ) , bahwa anggaran pemerintah untuk pengadaan buku masih sangat terbatas. Pemerintah sendiri masih dibantu oleh World Bank untuk pengadaan buku. Oleh karena itu Mendikbud menyarankan agar perpustakaan diupayakan sendiri, misalnya BP3 atau usaha lain tanpa harus menunggu dari pemerintah. ( Suara Pembaharuan, Selasa 18-03-1997 ).

Perpustakaan umum baik yang berupa perpustakaan provinsi, kabupaten / kota ataupun perpustakaan desa maupun perpustakaan keliling seharusnya disediakan sebagai sarana public service yang dapat mendorong kegemaran dan kebiasaan membaca guna menambah pengetahuan masyarakat untuk memajukan kesejahteraan pribadi, memajukan pendidikan seumur hidup, ekonomi dan juga sosial. Namun yang menjadi pertanyaan mampukah perpustakaan perpustakaan umum kita yang ada sekarang ini memberikan pelayanan yang sebaik baiknya dalam hal bahan bacaan sesuai dengan kebutuhan pemakai  yang beraneka ragam.

Keadaan Perpustakaan secara fisik juga harus di perhatikan sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk berkunjung ke perpustakaan. Sosialisasi dan operasionalnya pun harus dilaksanakan dengan sebaik baiknya dan dilakukan secara trus menerus.

KESIMPULAN DAN SARAN

Perpustakaan adalah jendela dunia. Perpustakaan haruslah dengan sebaik baiknya dapat memberikan bantuan kepada para pembaca untuk memperoleh bahan pustaka ataupun informasi yang sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu kegiatan pelayanan merupakan cara untuk mempertemukan para pembaca dan informasi yang dicari. Pelayanan yang baik merupakan salah satu hal terpnting dalam  sebuah perpustakaan. Pelayanan yang ramah dan menarik dan mudah, tentulah dapat menarik minat para pengguna perpustakaan untuk terus berda di dalamnya.

Selain itu hendaklah sebuah perpustakaan terjaga kebersihannya dan kerapihannya. Jangan sampai sebuah perpustakaan terlihat seperti gedung tua dimana orang yang baru melihatnya saja enggan untuk mendatanginya. Sebaiknya perpustakaan terlihat indah dan elegan dari luarnya. Sedangkan di bagian dalamnya sebuah perpustakaan haruslah terlihat rapi , bersih, indah dan tidak ketinggalan jaman. Maksudnya , sekarang adalah jamannya cyber dan internet , tidak salah jika di dalam sebuah perpustakaan terdapat beberapa atau banyak komputer yang tersambung dengan jaringan internet , sehingga semisal ada pengguna yang tidak menemukan apa yang dicarinya di dalam perpustakaan dia langsung dapat menggunakan internet sebagai sarana lain untuk mencari apa yang di perlukannya.

Mutu pelayanan yang baik akan menarik minat banyak pembaca dan akan mendapatkan penghargaan dari masyarakat. Untuk meningkatkan mutu pelayn perpustakaan dapat diupayakan dengan kegiatan kegiatan sebagai berikut :

  1. Pelayanan yang ramah dan berpenampilan menarik dalam memberikan pelayanan kepada para pengguna perpustakaan baik itu yang ingin meminjam ataupun yang hanya ingin sekedar bertanya.
  2. Mengiklankan dan mensosialisasikan tentang fasilitas apa saja yang berada di dalam perpustakaan.
  3. Mengadakan berbagai perlombaan di perpustakaan tersebut. Seperti lomba bercerita ataupun lomba menulis artikel yang kontennya berasal dari buku buku yang berada di perpustakaan.
  4. Mengadakan studi tour bersama di dalam perpustakaan.
  5. Mengundang tokoh masyarakat atau pakar untuk memberikan ceramah ataupun menceritakan pengalamannya.
  6. Membuat jadwal kegiatan dan peraturan yang baik dan rapi namun tidak terkesan rumit dan menyulitkan.
  7. Membuat  berbagai kegiatan menarik diperpustakaan sesuai dengan kondisi dan situasi yang ada di sekitarnya.
  8. Perpustakaan hendaknya mengikuti perkembangan jaman. Meletakkan beberapa  komputer yang sudah online di dalam perpustakaan dirasakan sangat perlu. Bahkan jika memungkinkan sebaiknya dibuat ruangan khusus untuk online di dalam perpustakaan itu sendiri.

Disinilah peran pustakawan, keadaan perpustakaannya yang serba kekurangan sudah tentu selalu dituntut untuk bersikap aktif, kreatif, progresif dalam menjalankan misi perpustakaan secara nasional bahkan international. Kebutuhan pemakai bahan bahan pustaka harus mendapatkan perhatian sesuai dengan keinginan pemakai sehingga menimbulkan kepercayaan bahwa perpustakaan betul betul merupak sumber ilmu dan sumber informasi.

Sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 All right reserved. | Theme: Business Kid by eVisionThemes